Asal mula penanggalan di dunia

nama hari

Ane share pengetahuan buat ente tentang bagaimana asal usul hari, tanggal di tahun masehi maupun di tahun hijriyah?, silahkan ente simak tulisan yang ane tempelkan dari sumber efalak.kemenag.go.id selamat membaca.

Apabila kita menghitung mundur tanggal pada kalender masehi sampai dengan tanggal 1 Januari Tahun 1 Masehi, maka jatuh pada hari Saturday = Sabtu, dengan hari pasaran Kliwon. Mudah bagi kita orang yang hidup pada jaman ini untuk menghitung dan menyebut nama hari yang jatuh ketika itu. Bagi orang-orang yang hidup jauh sebelum masehi tentu kesulitan menghitung mundur dan menyebut nama hari karena belum dikenal dan disepakatinya istilah hari dalam satu pekan.

Ketika itu pun belum dikenali angka desimal (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) seperti yang lazim digunakan untuk berhitung pada saat ini. Orang-orang dahulu mengingat hari dengan kegiatan. kemudian berdasarkan suatu kejadian besar yang diingat oleh mayoritas orang jaman dulu dijadikanlah istilah untuk bilangan tahun kalender. Seperti dikenalnya tahun Gajah sebagai tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Orang jaman dahulu belum mengenal nama-nama hari sebagai bilangan berulang, bilangan waktu dikenali dengan nama-nama bulan kalender. Tidak mungkin bagi manusia kala itu menamakan hari-hari yang terus-menerus berganti-ganti dalam satu bulan. Akhirnya dengan tujuan mengadakan pasar/ perdagangan, mereka bersepakat bahwa akan berkumpul setiap hari-hari bulan jatuh pada bilangan tertentu, seperti orang Babilonia menjadikan hari ketujuh untuk perdagangan. dan orang yahudi menjadi kan hari ketujuh untuk keagamaan, dlsb, karenanya mereka dapat menyelenggarakan event yang berkesinambungan dengan sebuah kesepakatan.

Dalam perkembangan susunan penanggalan, orang-orang jawa pra islam mengenal konsep pekan. Namun bilangan hari dalam satu pekan tidak hanya berjumlah 7 hari. Nenek moyang tanah jawa mengenal bahwa satu pekan terdiri dari 2 hari sampai dengan 9 hari yang dikenal dengan istilah dwiwara, triwara, caturwara, pancawara, sadwara, saptawara, astawara, dan sangawara. Namun jaman sekarang hanya lima hari dalam satu pekan yang dikenal dengan istilah pasaran. Lima hari pasaran itu adalah: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Hingga kini hanya 5 dan 7 hari saja dalam satu pekan yang digunakan mayoritas kehidupan di tanah jawa.

Melihat tatanan global saat ini, orang sedunia telah sepakat bahwa nama-nama hari dalam satu pekan ada 7 hari yaitu: Sunday = Minggu, Monday = Senin, Tuesday = Selasa, Wednesday = Rabu, Thursday = Kamis, Friday = Jumat, dan Saturday = Sabtu. Dengan adanya kesepakatan konsep bilangan hari dalam satu pekan mudah bagi kita membuat perjanjian waktu untuk berjumpa, berkomunikasi dan keperluan lainnya.

Dari mana Asal Usul nama-nama hari dalam satu pekan yang digunakan orang sedunia itu? Jawabannya berikut ini:

Penamaan hari dalam satu pekan berkaitan dengan tujuh benda langit yang diyakini dan disembah oleh bangsa anglo saxon. Orang-orang romawi dan yunani dahulu percaya bahwa ketujuh benda langit itu adalah dewa yang mempengaruhi kehidupan. ketujuh benda langit itu adalah:

  1. Saturnus, bahwa pada pukul 00.00/ tengah malam saturnuslah yang paling mempengaruhi kehidupan mereka, maka hari itu disebut dengan nama Saturday
  2. Sun, bahwa berikutnya adalah matahari (Sun) maka nama hari setelahnya adalah Sunday
  3. Moon, selanjutnya adalah bulan (Moon) maka nama hari itu menjadi Monday
  4. Mars, untul planet mars nama Tiw’s yang merupakan nama dewa perang menjadi tiwsdaeg dengan nama hari Tuesday
  5. Mekurius, untuk planet Merkurius yang merupakan diambil dari nama dewa woden menjadi nama hari Woden’sday yang dikenal dengan Wednesday
  6. Jupiter, untuk planet Jupiter diambil dari nama dewa guntur yaitu Thor menjadi Thorsdaeg dengan hari yang dikenal Thursday
  7. Venus, adalah nama dewi Venus yang merupakan istri dari dewa odin yaitu Frigg menjadi nama hari Friday

Dalam satu pekan Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Permulaan Hari ditandai dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut ini adalah nama-nama hari dalam satu pekan kalender hijriyah:

  1. al-Ahad (Ahad), merupakan hari kesatu. Menurut penjelasan Nabi saw ketika ditanya tentang makna nama-nama hari oleh para sahabatnya; Hari Ahad adalah hari ketika Allah memulai menciptakan dunia dan membangunnya.
  2. al-Isnayn (Senin), merupakan hari kedua. pada hari Senin ketika itu, Nabi Syith telah bepergian dalam urusan perniagaan dan beliau banyak mendapatkan keuntungan.
  3. ats-Tsalaatsa (Selasa), merupakan hari ketiga. Hari Selasa adalah hari berdarah, kerana pada hari itu, bermulanya Siti Hawa berhaid, dan pada hari itu pula mula-mula terjadinya pembunuhan anak Nabi Adam yaitu Qabil membunuh Habil.
  4. ar-Raabi’ (Rabu), merupakan hari keempat, pada hari Rabu ketika itu Allah SWT menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Kaum Samud dan kaum ‘Ad yang mereka itu adalah kaum Nabi Saleh, juga di binasakan oleh Allah pada hari Rabu.
  5. al-Khamis (Kamis), merupakan hari kelima. pada hari Kamis ketika itu, Nabi Ibrahim AS pergi ke istana raja Mesir, maka raja Mesir menunaikan hajatnya dan mengembalikan isterinya Siti Sarah.
  6. al-Jumu’ah (Jumat), merupakan hari keenam dengan arti kata Hari: Ramai /Berkumpul /Berjama’ah. Hari Jumat adalah hari yang baik untuk mengadakan pertemuan, perhubungan dan pernikahan. sebagaimana Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah pada hari Jumat.
  7. as-Sabat (Sabtu), merupakan hari ketujuh, hari Sabtu/ hari Sabat memiliki arti Berhenti atau Terakhir.

Lalu dari mana asal usul nama hari “Minggu”, Hari tersebut adalah hari Ahad, hari pertama dalam satu pekan kalender hijriyah, namun pada pananggalan di tanah nusantara ini telah diganti penyebutannya dengan istilah hari Minggu, kata Minggu berasal dari bahasa Portugis “Domingo”, yang berarti hari Tuhan. Dalam literature lain disebutkan bahwa Domingo adalah nama seorang Pendeta Kristen, yang pada hari Ahad selalu melakukan aktifitas peribadatan rutin mingguan. Pada mulanya kata ini di-eja “Dominggu”, sekitar akhir abad ke 19 kata ini dieja sebagai “Minggu” hingga sekarang. Sehingga dikenal pula satu pekan dengan istilah satu minggu (m dalam huruf kecil)

Mudah-mudahan tulisan ini menjadi pengetahuan buat ente, trims.

Posted on 26 Maret 2014, in Islam, MENDIDIK ANAK / ARTIKEL ISLAM, Pengetahuan Umum, Tips dan Trik and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: