AWAL KEWAJIBAN
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu telah menginformasikan kepada para shahabatnya, bahwa di akhir jaman ummatnya akan semakin jauh dari ajaran-ajaran dan sunnah-sunnah yang telah beliau ajarkan, dan akan semakin dekat kepada ajaran-ajaran agama-agama lain. Semakin mencintai ajaran, gaya hidup dan budaya para pemeluk agama-agama lain, seperti yahudi, nasrani, hindu dan lainnya.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ (متفق عليه)
Abu Sa`id al-Khudriy, radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh kalian kelak pasti mengikuti sunnah (agama, budaya, tradisi) ummat-ummat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga Lanjutkan membaca ‘Awal Kewajiban’
